Pagi telah berlalu, sinar hangat mentari berubah lebih dingin dikulit, awan awan putih mulai nampak berbaris beraturan. Aku masih terpaku dl layar komputer 19'' komputer warnet di gang laksa 2 . aku ingin menuliskan sesuatu itu yang ada dalam benaku saat ini, ya aku sebenarnya bingung ingin menuliskan apa. Mungkin jika aku memang benar benar seorang penulis aku tak butuh waktu lama untuk sekedar menuliskan cerita,puisi, dan atau karya masterpiece lainya, namun aku bukan seorang penulis, aku hanya bloger amatir yang mencoba mencurahkan segala gundah dulana rasa galau dan sebagainya lewat media elektronik. Lebih tepatnya aku menulis bukan karena aku panadai menulis, tapi aku menulis karena menulis membuat aku merasa lebih tenang dan membuatku lupa sedikit masalahku.
*****
Ini adalah kisahku, aku pemuda desa yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Almarhum ayahku hanya seorang penyadap nira, dan ibuku hanya seorang buruh tani dan itu juga tetap berlaku hingga kini walaupun sudah udzur ibuku masih memerima banyak permintaan untuk mengerjakan keperluan kebuan,sawah dan sejenisnya. kadang aku merasa kasihan tapi apa daya inilah adanya keluargaku. Ayahku meninggal ketika aku berumur 9 tahun, itu merupakan kehilangan terbesar dalam hidupku, aku tak pernah membayangkan akan hidup tanpa ayah.
Kini usiaku sudah 20 tahun , banyak hal yang telah aku lalui, terutama soal pendidikan, aku memutuskan untuk berhenti kuliah hanya karena aku selalu tebayang wajah ibuku,aku sekarang bekerja sebagai salah satu kernet di sebuah toko di jakarta barat, walapun uang yang didapat sedikit aku bersyukur masih ada pekerjaan untuk orang yang gagal sepertiku,,
bersambung....
*****
Ini adalah kisahku, aku pemuda desa yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Almarhum ayahku hanya seorang penyadap nira, dan ibuku hanya seorang buruh tani dan itu juga tetap berlaku hingga kini walaupun sudah udzur ibuku masih memerima banyak permintaan untuk mengerjakan keperluan kebuan,sawah dan sejenisnya. kadang aku merasa kasihan tapi apa daya inilah adanya keluargaku. Ayahku meninggal ketika aku berumur 9 tahun, itu merupakan kehilangan terbesar dalam hidupku, aku tak pernah membayangkan akan hidup tanpa ayah.
Kini usiaku sudah 20 tahun , banyak hal yang telah aku lalui, terutama soal pendidikan, aku memutuskan untuk berhenti kuliah hanya karena aku selalu tebayang wajah ibuku,aku sekarang bekerja sebagai salah satu kernet di sebuah toko di jakarta barat, walapun uang yang didapat sedikit aku bersyukur masih ada pekerjaan untuk orang yang gagal sepertiku,,
bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda membantu saya untuk lebih giat dalam menulis